TUGAS TERSTRUKTUR DOSEN
PENGASUH
Telaah
Kurikulum Pendidikan Islam Prof. Dr.
H. Syaifuddin Sabda, M.Ag
TELAAH KURIKULUM MATA PELAJARAN SKI PADA MADRASAH IBTIDAIYAH
Oleh :
SRI WAHYUNITA : 1502521475
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PROGRAM PASCASARJANA
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
BANJARMASIN
2016
BAB I
PENDAHULUAN
Kurikulum Pendidikan Agama Islam merupakan
suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai
sejumlah tujuan pendidikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Kurikulum sebagai program pendidikan ini berfungsi sebagai pedoman dan alat
dalam menyelenggarakan kependidikan dan kegiatan pembelajaran dalam rangka
pencapaian tujuan. adapun fungsi lain dari kurikulum, yaitu sebagai berikut :
1.
Kurikulum
berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan
2.
Kurikulum
sebagai batasan dari program kegiatan pada tingkatan pendidikan
3.
Kurikulum
sebagai pedoman dalam penyelenggaraan proses pembelajaran
Berdasarkan penjelasan fungsi kurikulum diatas,
dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan komponen dari pendidikan yang
memegang peranan yang begitu penting, termasuk bagi pelaksanaan dan
penyelenggaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.[1]
Kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam merupakan
salah satu bagian integral dari Pendidikan Agama Islam. Sehingga kurikulum
Sejarah Kebudayaan Islam memiliki peran yang sangat mendukung dalam pencapaian
tujuan dari kurikulum Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, dalam
merencanakan dan menyusun kurikulum, guru diharapkan agar cermat dan teliti.
Karena, sebuah kurikulum itu memiliki sejumlah komponen yang saling terkait
erat satu sama lain. Dan secara teoritis, penyusunan kurikulum harus
berdasarkan asas dan orientasi tertentu.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Kajian Ide Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Di dalam UU No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa
yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.[2] Untuk
mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta
didik di madrasah adalah Pendidikan Agama Islam, yang mana yang dimaksudkan
untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Adapun uraian dari tujuan Pendidikan
Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah yakni:[3]
1.
Menumbuh-kembangkan
akidah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2.
Mewujudkan
manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang
berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan
sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.
Pendidikan Agama
Islam di Madrasah Ibtidaiyah terdiri atas empat mata pelajaran, yaitu: Al-Qur’an-Hadis, Akidah-akhlak, Fikih,
dan Sejarah Kebudayaan
Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi
mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an-Hadis
merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti ia merupakan sumber dari Akidah-akhlak, Fikih/Syari’ah
(muamalah, ibadah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut. Akidah (ushuluddin) atau keimanan
merupakan akar atau pokok agama. Fikih/Syariah
(muamalah, ibadah) dan akhlak bertitik
tolak dari Akidah, yakni sebagai
manifestasi dan konsekuensi dari Akidah
(keimanan dan keyakinan hidup). Fikih/Syari’ah merupakan
sistema norma (aturan) yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia
dan dengan makhluk lainnya. Akhlak
merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia, dalam arti
bagaimana sistema norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah
dalam arti khas) dan hubungan manusia dengan manusia dan lainnya (muamalah) itu
menjadi sikap hidup dan kepribadian hidup manusia dalam menjalankan sistem
kehidupannya (politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kekeluargaan,
kebudayaan/seni, iptek, olahraga/kesehatan, dan lain-lain) yang dilandasi oleh Akidah yang kokoh. Sedangkan Sejarah Kebudayaan Islam merupakan
perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam usaha
bersyariah (beribadah dan bermuamalah) dan berakhlak serta dalam mengembangkan
sistem kehidupannya yang dilandasi oleh Akidah
Sejarah
Kebudayaan Islam ialah salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di Madrasah Ibtidaiyah yang memiliki karakteristik yakni menelaah tentang
asal-usul, perkembangan, peranan kebudayaan/peradaban Islam dan para tokoh yang
berprestasi dalam sejarah Islam pada masa lampau, mulai dari sejarah masyarakat
Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW sampai dengan
masa Khulafaurrasyidin.
Secara
substansial, mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan
motivasi kepada peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah
kebudayaan Islam, yang mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat di gunakan
untuk melatih kecerdasan, membentuk sikap, watak, dan kepribadian peserta
didik.
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di
Madrasah Ibtidaiyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan
sebagai berikut:[4]
1. Membangun kesadaran peserta didik
tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma
Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW dalam rangka mengembangkan
kebudayaan dan peradaban Islam.
2. Membangun kesadaran peserta didik
tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa
lampau, masa kini dan masa depan.
3. Melatih daya kritis peserta didik
untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan di dasarkan pada pendekatan
ilmiah.
4. Menumbuhkan apresiasi dan
penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti
peradaban imat Islam masa lampau,
5. Mengembangkan kemampuan peserta
didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam),
meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial,
budaya, politik, ekonomi, iptek, seni dan lain-lain untuk mengembangkan
kebudayaan dan peradaban Islam.
Melihat dari paparan di atas menunjukkan
bahwa perspektif ide Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah telah sejalan
dan konsisten dengan Tujuan Pendidikan Nasional. Di samping dari Tujuan
Pendidikan Nasional, perspektif ide Sejarah Kebudayaan Islam juga beriringan
dari tujuan umum Pendidikan Agama Islam yang merupakan payung besar untuk
pengembangan dari Sejarah Kebudayaan Islam itu sendiri.
B.
Kajian Dokumen Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah
Ibtidaiyah
Dokumen kurikulum hakikatnya di dasari pada ide kurikulum dan
ketetapan mengenai standar isi dan standar kompetensi lulusan (SKL). SKL Satuan
Pendidikan di perlukan untuk membangun tujuan yang akan di capai oleh kurikulum
satuan pendidikan secara keseluruhan. SKL mata pelajaran diperlukan untuk
mengembangkan tujuan mata pelajaran terkait.[5]
Anatomi dokumen sebuah kurikulum meliputi: tujuan yang harus di
capai, isi materi yang di anggap dapat memenuhi tujuan yang ingin di capai,
pedoman dan strategi pengorganisasian materi (pelaksanaan) sehingga dapat
mencapai tujuan yang di inginkan. Yang terakhir adalah bagaimana mengevaluasi
pelaksanaan kegiatan dan hasil pencapaian kegiatan tersebut.[6]
Pada Madrasah Ibtidaiyah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata
pelajaran SKI meliputi: Mengenal, mengidentifikasi, meneladani, dan mengambil
ibrah dari sejarah Arab pra- Islam, sejarah Rasulullah SAW, khulafaurrasyidin,
serta perjuangan tokoh-tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
Adapun Ruang
Lingkup SKI di MI, meliputi:
a) Sejarah
masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
b) Dakwah
Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang meliputi kegigihan dan ketabahannya
dalam berdakwah, kepribadian Nabi Muhammad SAW, hijrah Nabi Muhammad SAW ke
Thaif, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
c) Peristiwa
hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib, keperwiraan Nabi Muhammad SAW, peristiwa
Fathu Makkah, dan peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW.
d) Peristiwa-peristiwa
pada masa khulafaurrasyidin.
e)
Sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
Standar Kompetensi (SK) Dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran
SKI menurut KTSP 2006 di Madrasah Ibtidaiyah yakni;
Kelas
III, Semester 1
1. Mengenal sejarah masyarakat Arab pra- Islam
a. Menceritakan kondisi alam, sosial, dan perekonomian
masyarakat Arab pra-Islam.
b. Menjelaskan keadaan adat-istiadat dan kepercayaan masyarakat Arab
pra-Islam.
c. Menjelaskan masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad SAW
d. Mengambil ibrah dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam
Kelas III, Semester 2
2. Mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW
a. Menceritakan kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi
Muhammad SAW.
b. Menceritakan sejarah kelahiran dan silsilah Nabi Muhammad SAW.
c. Mengambil ibrah dari kenabian dan kerasulan Muhammad SAW.
Kelas IV, Semester 1
1. Mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya
1.1 Menjelaskan dakwah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya.
1.2 Menunjukkan
contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat nya dalam berdakwah.
1.3 Meneladani
ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam berdakwah.
2. Mengenal kepribadian Nabi Muhammad SAW
2.1 Mengidentifikasi
ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
2.2 Menunjukkan contoh perilaku yang meneladani kepribadian Nabi Muhammad
SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
2.3 Meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai
rahmat bagi seluruh alam.
Kelas IV, Semester 2
3. Memahami hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif
dan Habsyah
3.1 Mengidentifikasi sebab-sebab Nabi Muhammad SAW
hijrah ke Thaif dan Habsyah.
3.2 Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad
SAW ke Thaif dan Habsyah.
3.3 Meneladani kesabaran Nabi Muhammad SAW
dalam peristiwa hijrah ke Thaif dan Habsyah.
4. Memahami peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad
SAW
4.1 Mendeskripsikan peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi
Muhammad SAW.
4.2 Mengambil hikmah dari peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi
Muhammad SAW.
Kelas V, Semester 1
1. Mengenal peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib
1.1 Mengidentifikasi sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad SAW ke
Yatsrib.
1.2 Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke
Yatsrib.
1.3 Mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke
Yatsrib.
2. Memahami keperwiraan Nabi Muhammad SAW
2.1 Mendeskripsikan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam mem-bina
masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan).
2.2 Meneladani
keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah
Kelas V, Semester 2
3. Mengenal peristiwa Fathu Makkah
3.1 Mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya Fathu
Makkah.
3.2 Menceritakan kronologi peristiwa Fathu Makkah.
3.3 Mengambil ibrah dari peristiwa Fathu Makkah.
4. Mengidentifikasi peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW
4.1 Menceritakan peristiwa-peristiwa di akhir
hayat Rasulullah SAW.
4.2 Mengambil hikmah dari peristiwa akhir hayat
Rasulullah SAW.
Kelas VI, Semester 1
1. Mengenal sejarah khalifahAbu Bakar as-Shiddiq
a. Menjelaskan arti dan tugas khulafaurrasyidin.
b. Menceritakan silsilah, kepribadian Abu
Bakar as-Shiddiq dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
c. Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif
dari khalifah Abu Bakar as-Shiddiq.
d. Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan
Abu Bakar As Siddiq.
2. Mengenal sejarah khalifah Umar bin Khattab
a. Menceritakan silsilah, kepribadian Umar bin
Khattab dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
b. Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari
khalifah Umar bin Khattab..
c. Meneladani nilai-nilai positif dari
kekhalifahan Umar bin Khattab.
3. Mengenal sejarah khalifah Utsman bin Affan
a. Menceritakan silsilah, kepribadian Utsman bin
Affan dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
b. Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari
khalifah Utsman bin Affan.
c. Meneladani nilai-nilai positif dari
kekhalifahan Utsman bin Affan.
Kelas VI, Semester 2
4. Mengenal sejarah khalifah Ali bin Abi Thalib
a. Menceritakan silsilah, kepribadian, dan
perjuangan khalifah Ali bin Abi Thalib.
b. Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari
kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
c. Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan
Ali bin Abi Thalib.
5. Mengenal sejarah perjuangan tokoh agama Islam
di daerah masing-masing
a. Mengidentifikasi tokoh-tokoh agama Islam di
daerah masing-masing.
b. Menceritakan sejarah perjuangan tokoh agama
Islam di daerah masing-masing.
c. Meneladani perjuangan tokoh agama Islam di
daerah masing-masing.
Sedangkan pemetaan KI dan KD pada Kurikulum 2013 yakni:
Kelas
III Semester I
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menyadari
hikmah menghindari perilaku tercela seperti yang terdapat pada masyarakat
Arab pra-Islam.
1.2
Berkomitmen
menghindari perilaku tercela seperti yang terjaadi pada aspek perekonomian
masyarakat Arab pra-Islam
1.3
Meyakini
kebenaran ajaran Islam dan menghindari nilai-nilai negatif adat istiadat dan
kepercayaan masyarakat Arab pra Islam.
1.4
Menghayati
nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhaammad Saw. Pada masa kanak-kanak
1.5
Mengahayati
nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhammad Saw. Pada masa remaja atau masa
muda Nabi Muhammad Saw.
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Membiasakan
perilaku bertanggung jawab sebagai implementasi dari pemahaman tentang
keaadaan sosial budaya masyarakat Arab pra-Islam.
2.2
Membiasakan
perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman tentang kehidupan
perekonomian masyarakat Arab pra-Islam.
2.3
Memebiasakan
perilaku diisiplin sebagai implementasi dari pemahaman tentang agama dan
kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam dalam kehidupan sehari-hari.
2.4
Membiasakan
perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman tentang masa kanak-kanak
Nabi Muhammad Saw. Dalam kehidupan sehari-hari.
2.5
Membiasakan
perilaku tenggung jawab dan percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman
tentang masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
keadaan social budaya masyarakat pra-Islam.
3.2
Mengetahui
keadaan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam
3.3
Memahami
agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam
3.4
Mengetahui
masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
keadaan sosial budaya masyarakat Pra-Islam.
4.2
Menceritakan
keadaan perekonomian masyarakat pra-Islam
4.3
Menceritakan
agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam
4.4
Menceritakan
masa kanak-kanak Nabi Muhammad Saw.
4.5
Menceritakan
masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw.
|
Kelas
III Semester II
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menghayati
nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhammad Saw. pada masa dewasa.
1.2
Meyakini
Muhammad Saw. adalah utusan Allah SWT.
1.3
Mengahayati
peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Merefleksikan
nilai-nilai positif masa dewasa Nabi Muhammad Saw, dalam kehidupan
sehari-hari.
2.2
Merefleksikan
nilai-nilai positif dari bukti-bukti kerasulan Nabi Muhmmad Saw. dalam
kehidupan sehari-hari
2.3
Merefleksikan
nilai-nilai positif dari peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw. dalam
kehidupan sehari-hari.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
masa dewasa Nabi Muhammad Saw.
3.2
Mengetahui
bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad Saw.
3.3
Memahami
peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
masa dewasa Nabi Muhammad Saw.
4.2
Menceritakan
bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad Saw.
4.3
Menceritakan
peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.
|
Kelas
IV Semester I
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Meyakini
kebenaran dari Allah SWT. Walaupun banyak tantangan yang harus di hadapi
sebagai implementasi nilai-nilai dakwah Rasulullah di tahun-tahun awal
kenabian.
1.2
Terbiasa
santun dalam menyampaikan kebenaran sebagai implementasi nilai dakwah Rasulullah
SAW.
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Bersikap
tabah menghadapi cobaan dalam menyampaikan kebenaran sebagai bentuk meneladani
ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam berdakwah.
2.2
Menunjukkan
kemuliaan akhlak dalam menyampaikan kebenaran sebagai implementasi
keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
contoh-contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam berdakwah.
3.2
Memahami
cirri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
ketabahan Nabi Muhammad SAW dan sahabat dalam berdakwah.
4.2
Menceritakan
kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW dan sahabat dalam berdakwah.
|
Kelas
IV Semester II
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menunaikan
kemauan uuntuk selalu berubah menuju kebaikan sebagai bentuk implementasi
semangat hijrah para sahabat Rasulullah.
1.2
Terbiasa
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perintah salat lima waktu.
1.3
Melaksanakan
salat lima waktu secara tertib sebagai bentuk pengamalan peristiwa Isra’
Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
1.4
Membiasakan
untuk selalu berubah menuju kebaikan sebagai implementasi semangat hijrah
Rasulullah ke Yastrib
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Menunjukkan
kesabaran para sahabat Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah ke Habasah.
2.2
Menunjukkan
kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hirah ke Thaif
2.3
Menunjukkan
hikmah dari peristiwa Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
2.4
Menunjukkan
nilai-nilai positif dari kehidupan masyarakat Yastrib sebelum hijrah yang
tidak bertentangan dengan ajaran Islam
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
sebab-sebab Nabi Muhammad SAW menganjurkan sahabat hijrah ke Habasah.
3.2
Mengetahui
sebab-sebab Nabi Muhammad SAW hijrah ke Thaif
3.3
Mengenal
latar belakang Nabi Muhammad SAW di Isra Mi’rajkan Allah SWT
3.4
Memahami
keadaasn masyarakat Yastrib sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW
3.5
Mengetahui
sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yastrib
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
peristiwa hijrah Sahabat ke Habasah.
4.2
Menceritakan
peristiwa hijrah Sahabat ke Thaif
4.3
Menceritakan
kembali peristiwa penting di dalam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
|
Kelas
V Semester I
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menghayati
keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan
kafir Quraisy.
1.2
Berkomitmen
mengamalkan nilai-nilai positif dari sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah
1.3
Mengamalkan
upaya yang di lakukan Nabi Muhammad Saw dalam membina masyarakat Madinah
(social, ekonomi, agama dan pertahanan)
1.4
Menghayati
cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum
kafir Quraisy dalam peristiwa Fathu Makkah.
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Merefleksikan
keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan
kafir Quraisy dalam kehidupan sehari-hari.
2.2
Menunjukkan
nilai-nilai positif dari sebab-sebab terjadinya fathu makkah dalam
kehidupan sehari-hari
2.3
Menunjukkan
upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah
(sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan) dalam kehidupan sehari-hari.
2.4
Meneladani
cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum
Quraisy dalam peristiwa Fathu Mekkah.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan
kaum Quraisy
3.2
Mengetahui
sebab-sebab terjadinya Fathu mekkah
3.3
Memahami
upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah
(sosial, ekonomi, agama dan pertahanan)
3.4
Memahami
cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum
Quraisy dalam peristiwa Fathu mekkah.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan
kaum Quraisy
4.2
Menceritakan
sebab-sebab terjadinya Fathu mekkah
4.3
Menceritakan
upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah
(sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan)
4.4
Menceritakan
cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum
kafir Quraisy dalam peristiwa Fathu Mekkah.
|
Kelas
V Semester II
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menghayati
peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
1.2
Mengamalkan
contoh-contoh nilai kesalehan dari Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a
1.3
Mengamalkan
contoh nilai-nilai kesalehan dari khalifah Umar bin Khattab r.a
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Menunjukkan
hikmah dari peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW dalam kehidupan.
2.2
Meneladani
kepribadian Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a dalam kehidupan sehari-hari.
2.3
Meneladani
kepribadian Khalifah Umar bin Khattab r.a dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
3.2
Mengetahui
contoh nilai-nilai positif dari khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a
3.3
Mengetahui
contoh nilai-nilai positif dari khalifah Umar bin Khattab r.a
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
4.2
Menceritakan
kepribadian Abu Bakar Al-Shiddiq r.a dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
4.3
Menceritakan
kepribadian Umar bin Khattab dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
|
Kelas
VI Semester I
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Meyakini
kebenaran sejarah kekhalifahan khalifah Usman bin Affan
1.2
Mengamalkan
nilai-nilai kesalehan dari khalifah Usman bin Affan.
1.3
Meyakini
kebenaran sejarah kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
1.4
Mengamalkan
nilai-nilai kesalehan dari Khalifah Ali bin Abi Thalib
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Membiasakan
bersikap positif sebagai implementasi dari pemahaman tentang sejarah
kekhalifahan khalifah Usman bin Affan
2.2
Meneladani
kepribadian Khalifah Usman bin Affan dalam kehidupan sehari-hari
2.3
Membiasakan
bersikap positif sebagai implementasi dari pemahaman tentang sejarah kekhalifahan
khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kehidupan sehari-hari
2.4
Meneladani
kepribadian Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Memahami
sejarah kekhalifahan khalifah Usman bin Affan.
3.2
Mengetahui
contoh nilai-nilai positif dari khalifah Usman bin Affan.
3.3
Memahami
sejarah kekhalifahan khalifah Ali bin Abi Thalib
3.4
Mengetahui
contoh nilai-nilai positif dari khalifah Ali bin Abi Thalib.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Mempresentasikan
sejarah kekhalifahan Khalifah Usman bin Affan.
4.2
Menceritakan
kepribadian Usman bin Affan dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
4.3
Mempresentasikan
sejarah kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
4.4
Menceritakan
kepribadian dan perjuangan khalifah Ali bin Abi Thalib.
|
Kelas
VI Semester II
|
Kompetensi Inti
|
Kompetensi Dasar
|
|
1.
Menerima,
menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
|
1.1
Menghayati
nilai-nilai perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan
Giri.
1.2
Menghayati
nilai-nilai perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
1.3
Menghayati
nilai-nilai perjuangan Sunan MUria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
|
|
2.
Menunjukkan
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri
dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
|
2.1
Meneladani
kepribadian Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri dalam
kehidupan sehari-hari.
2.2
Meneladani
kepribadian Sunan Bonang, Sunan kalijaga dan Sunan Drajat dalam kehidupan
sehari-hari.
2.3
Meneladani
kepribadian Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati dalam kehidupan
sehari-hari
|
|
3.
Memahamkan
pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin
tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda
yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
|
3.1
Mengetahui
sejarah perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri.
3.2
Mengetahui
sejarah perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
3.3
Mengetahui
sejarah perjuangan Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
|
|
4.
Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam
karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan
yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
|
4.1
Menceritakan
sejarah perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri.
4.2
Menceritakan
sejarah perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
4.3
Menceritakan
sejarah perjuangan Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
|
Dari pemaparan perangkat (dokumen) pembelajaran di atas, antara
kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum 2013 dari segi materi berisikan
pokok-pokok pembelajaran yang sama, hanya saja pada kurikulum 2013 ada beberapa
materi yang di padatkan dan beberapa yang lain di longgarkan. Sehingga terjadi
beberapa pergeseran materi oleh kurikulum 2013. Perbedaan materi yang mencolok
antara KTSP 2006 dan kurikulum 2013 terlihat jelas pada materi kelas VI semester
II bab tentang pahlawan, yakni karna KTSP 2006 mengutamakan materi yang sesuai
dengan wilayah nya masing-masing sehingga materi pahlawan bisa di kembangkan
dan di sesuaikan dengan tokoh pahlawan Islam daerah masing-masing, sedangkan
pada materi K13 bab tentang pahlawan Islam langsung terfokus pada sunan-sunan
atau dikenal dengan tokoh Walisongo. Dilihat dari tujuan KTSP 2006 memang
terlihat bahwa aspek yang di munculkan hanya penguasaan kognitif, sedangkan
kurikulum 2013 di tuntut pada penguasaan
spiritual, kognitif, afektif, psikomotorik dan sosial.
C.
Kajian Proses Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Istilah Implementasi kurikulum sering di samakan dengan
pembelajaran (Instruction). Dalam bahasa lain bahwa sebuah kurikulum
yang ada pada ide atau gagasan yang kemudian di tuangkan dalam bentuk rancangan
tertulis, kelanjutannya yakni di implementasikan. Jadi dapat di simpulkan bahwa
Implementasi (proses) adalah merupakan pelaksanaan kurikulum ide dan kurikulum
tertulis.[7]
PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan
bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang
kemudian dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas)
nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain
mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi
pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP).
Pola pembelajaran di SKI MI KTSP
2006 yakni pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Para guru di
tuntut secara mandiri/berkelompok dalam sebuah madrasah mampu untuk mengenali
karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan tuntutan
lingkungannya kemudian menuangkannya pada setiap pendekatan dan proses pada tiap-tiap pembelajaran, dan ujung tombak
dari pembelajaran tersebut adalah mengarahkan peserta didik agar menjadi
pribadi kompetitif dan unggul sesuai dengan tuntutan daerahnya.
Sedangkan pada pola pembelajaran Kurikulum 2013 pola pembelajaran
juga berpusat pada peserta didik namun tidak lagi seperti kurikulum KTSP 2006
yang mana menjadikan karakteristik daerah sebagai dasar pegangan guru dalam mengenali peserta
didik nya, namun guru lebih intensif menjadikan berbagai pelajaran sebagai satu
kesatuan dan saling terhubung dengan muatan berbagai aspek yakni spiritual,
afektif, kognitif, psikomotorik, dan sosial, kemudian dengan pendekatan
saintifik menjadikan peserta didik kompetitif pada tiap-tiap bidang.
D.
Kajian Standar Hasil Penilaian Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah
Ibtidaiyah
Standar Penilaian Pendidikan (SPP) sebagaimana
tertuang pada Permendiknas No. 20 Tahun 2007 merupakan penjabaran dari
Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP). Pokok-pokok isi yang termuat pada SPP menjadi acuan bagi guru, sekolah,
dan pemerintah dalam melaksanakan penilaian hasil belajar.
Peraturan
pemerintah yang menjelaskan tentang evaluasi hasil berlajar merupakan dasar
dari penilaian hasil belajar. Artinya Evaluasi pembelajaran berdasarkan
sasarannya dapat dicermati melalui evaluasi terhadap proses pembelajaran dan
evaluasi terhadap hasil belajar. Evaluasi terhadap hasil belajar sering disebut
sebagai penilaian hasil belajar. Hal tersebut sesuai dengan Permendiknas No. 20
tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Kaidah tersebut mencakupi
beberapa pengertian dasar penilaian, prinsip dasar penilaian, teknik,
instrumen, prosedur, dan mekanisme penilaian, serta perbedaan kewenangan
penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah, dan pemerintah.
Selain kaidah
umum penilaian pendidikan, terdapat kaidah khusus yang dapat dijadikan dasar
pelaksanaan penilaian selama proses pembelajaran di kelas oleh pendidik. Proses
penilaian di dalam kelas yang dilakukan oleh pendidik dikenal dengan istilah
penilaian kelas. Pusat Kurikulum (Saat ini menjadi Pusat Kurikulum dan
Perbukuan) Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional mengatur
pelaksanaan penilaian kelas untuk berbagai tingkatan pendidikan. Pedoman
penilaian kelas tersebut mencakupi aturan tentang (1) konsep dasar penilaian,
(2) teknik penilaian, (3) langkah-langkah pelaksanaan penilaian, (4) pengolahan
hasil penilaian, dan (5) pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. Adapun model
penelilain yang terdapat dalam kurikulum 2013 dapat berupa penilaian berbasis
tes dan non tes (porfolio), menilai proses dan output dengan menggunakan
authentic assesment, rapor memuat penilaian kuantitatif tentang
pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan kecukupan.[8]
Dalam
peraturan Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan
disebutkan bahwa “Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian
hasil belajar peserta didik. Setiap skill, knowlidge dan attitude
peserta didik harus dinilai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan
sesuai dengan jenis evaluais yang digunakan. Selanjutnya pada bagian ke-2,
disebutkan pula bahwa “Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian menjadi penentu tingkat keberhasilan siswa dalam sistem pembelajaran.
Diantara jenis-jenis penilaian sebagaimana disebutkan dalam Permen No. 20 tahun
2007 adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,
ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah (UAS), dan ujian Nasional (UAN).
Sebagaimana
dijelaskan dalam lapiran Permendikbud bab I bahwa salah satu fungsi dirumuskan
standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang
bermutu. Adapun fungsinya adalah untuk menjamin perencanaan penilaian peserta
didik, penilaiaian disusun profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien,
dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan dilaporkan secara objektif,
akuntabel, serta informatif.
Sebagaimana
diketahui bahwa diantara elemen perubahan dalam kurikulum KTSP adalah standar
proses, standar kompetensi kelulusan, standar isi dan standar penilian. Tentu
saja standar penilaian dalam kurikulum 2013 mempengaruhi standar penilaian
kurikulum KTSP. Standar Penilaian Pendidikan kurikulum 2013 mengacu pada
Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan yakni
kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar
peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup:
penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan,
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat
kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian
sekolah/madrasah.
Jika pada
kurikulum KTSP, penilaian lebih ditekankan pada aspek kognitif yang menjadikan
tes sebagai cara penilai yang dominan, maka kurikulum 2013 menekankan aspek spiritual,
kognitif, afektif, psikomotorik, sosial secara proporsional yang sistem
penilaiannya berdasarkan test dan portofolio yang saling melengkapi.
BAB
III
PENUTUP
SIMPULAN
KTSP
dikembangkan berdasarkan prinsip yang berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan,
dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya dengan jalan pengembangan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya dengan jalan pengembangan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Sedangkan
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam,
diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi
kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Untuk mempersiapkan kehidupan
masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman
belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai
kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada
waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya
bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa
kini.
DAFTAR
PUSTAKA
Kementerian Agama RI, Buku Guru Sejarah
Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas III, Jakarta:
Kementerian Republik Indonesia, 2014.
Kementerian Agama RI, Buku Guru
Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas IV,
Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Kementerian Agama RI, Buku Guru
Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas V,
Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Kementerian Agama RI, Buku Guru
Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas VI,
Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Republik Indonesia, Undang-undang
RI No 20 pasal 3 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta:
Republik Indonesia, 2003
S. Hamid Hasan, Evaluasi
Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Syaifuddin Sabda, Model Pengembangan Kurikulum Terintregasi
Sainstek Dengan Imtaq; Sebuah Model Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran
Sainstek di Sekolah/Madrasah. Banjarmasin: Antasari Press, 2009.
Wina Sanjaya, Kurikulum Pembelajaran, Teori dan
Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
[1] Wina Sanjaya, Kurikulum Pembelajaran, Teori dan
Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, cet, 3, 2010), h. 35.
[2] Republik
Indonesia, Undang-undang RI No 20 pasal 3 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional, (Jakarta: Republik Indonesia, 2003)
[3] https://qistiya.wordpress.com/2014/03/11/telaah-kurikulum-madrasah-ibtidaiyah/
[4] http://wwwanahuul.blogspot.co.id/2014/01/telaah-kur-pai-mi.html
[5] S. Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), h.123
[6] Syaifuddin
Sabda, Model Pengembangan Kurikulum Terintregasi Sainstek Dengan Imtaq;
Sebuah Model Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran Sainstek di Sekolah/Madrasah.
(Banjarmasin: Antasari Press, 2009), h.23-24
[7] Ibid,
h.25
[8] https://qistiya.wordpress.com/2014/03/11/telaah-kurikulum-madrasah-ibtidaiyah/

