Pink Rose Flower

Minggu, 25 Desember 2016

Telaah Kurikulum Pendidikan Islam  - Telaah Kurikulum SKI pada Madrasah Ibtidaiyah





  TUGAS TERSTRUKTUR                                    DOSEN PENGASUH
Telaah Kurikulum Pendidikan Islam      Prof. Dr. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag
                                                                        



TELAAH KURIKULUM MATA PELAJARAN SKI PADA MADRASAH IBTIDAIYAH





Oleh :

SRI WAHYUNITA   :   1502521475




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PROGRAM PASCASARJANA
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
BANJARMASIN
2016


BAB I
PENDAHULUAN

Kurikulum Pendidikan Agama Islam merupakan suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Kurikulum sebagai program pendidikan ini berfungsi sebagai pedoman dan alat dalam menyelenggarakan kependidikan dan kegiatan pembelajaran dalam rangka pencapaian tujuan. adapun fungsi lain dari kurikulum, yaitu sebagai berikut :
1.      Kurikulum berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan
2.      Kurikulum sebagai batasan dari program kegiatan pada tingkatan pendidikan
3.      Kurikulum sebagai pedoman dalam penyelenggaraan proses pembelajaran
Berdasarkan penjelasan fungsi kurikulum diatas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan komponen dari pendidikan yang memegang peranan yang begitu penting, termasuk bagi pelaksanaan dan penyelenggaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.[1]
Kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam merupakan salah satu bagian integral dari Pendidikan Agama Islam. Sehingga kurikulum Sejarah Kebudayaan Islam memiliki peran yang sangat mendukung dalam pencapaian tujuan dari kurikulum Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu, dalam merencanakan dan menyusun kurikulum, guru diharapkan agar cermat dan teliti. Karena, sebuah kurikulum itu memiliki sejumlah komponen yang saling terkait erat satu sama lain. Dan secara teoritis, penyusunan kurikulum harus berdasarkan asas dan orientasi tertentu.




 

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kajian Ide Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Di dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[2] Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah Pendidikan Agama Islam, yang mana yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
Adapun uraian dari tujuan Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah yakni:[3]
1.      Menumbuh-kembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan,  dan     pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan,  serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2.      Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah terdiri atas empat mata pelajaran,  yaitu: Al-Qur’an-Hadis, Akidah-akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an-Hadis merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti ia merupakan sumber dari Akidah-akhlak, Fikih/Syari’ah (muamalah, ibadah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut. Akidah (ushuluddin) atau keimanan merupakan akar atau pokok agama. Fikih/Syariah (muamalah, ibadah) dan akhlak berti­tik tolak dari Akidah, yakni sebagai manifestasi dan konsekuensi dari Akidah (keimanan dan keyakinan hidup). Fikih/Syari’ah merupakan sistema norma (aturan) yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia dan dengan makhluk lainnya. Akhlak merupakan aspek sikap hidup atau kepribadian hidup manusia, dalam arti bagaimana sistema norma yang mengatur hubungan manusia dengan Allah (ibadah dalam arti khas) dan hubungan manusia dengan manusia dan lainnya (muamalah) itu menjadi sikap hidup dan kepribadian hidup manusia dalam menjalankan sistem kehidupannya (politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kekeluargaan, kebudayaan/seni, iptek, olahraga/kesehatan, dan lain-lain) yang dilandasi oleh Akidah yang kokoh. Sedangkan Sejarah Kebudayaan Islam merupakan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam usaha bersyariah (beribadah dan bermuamalah) dan berakhlak serta dalam mengembangkan sistem kehidu­pannya yang dilandasi oleh Akidah
Sejarah Kebudayaan Islam  ialah  salah satu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah yang memiliki karakteristik yakni menelaah tentang asal-usul, perkembangan, peranan kebudayaan/peradaban Islam dan para tokoh yang berprestasi dalam sejarah Islam pada masa lampau, mulai dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW sampai dengan masa Khulafaurrasyidin.
Secara substansial, mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah kebudayaan Islam, yang mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat di gunakan untuk melatih kecerdasan, membentuk sikap, watak, dan kepribadian peserta didik.
  Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:[4]
1.      Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya mempelajari landasan ajaran, nilai-nilai dan norma-norma Islam yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
2.      Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa depan.
3.      Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan di dasarkan pada pendekatan ilmiah.
4.      Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah Islam sebagai bukti peradaban imat Islam masa lampau,
5.      Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengambil ibrah dari peristiwa-peristiwa bersejarah (Islam), meneladani tokoh-tokoh berprestasi, dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik, ekonomi, iptek, seni dan lain-lain untuk mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.

Melihat dari paparan di atas menunjukkan bahwa perspektif ide Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah telah sejalan dan konsisten dengan Tujuan Pendidikan Nasional. Di samping dari Tujuan Pendidikan Nasional, perspektif ide Sejarah Kebudayaan Islam juga beriringan dari tujuan umum Pendidikan Agama Islam yang merupakan payung besar untuk pengembangan dari Sejarah Kebudayaan Islam itu sendiri.

B.     Kajian Dokumen Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Dokumen kurikulum hakikatnya di dasari pada ide kurikulum dan ketetapan mengenai standar isi dan standar kompetensi lulusan (SKL). SKL Satuan Pendidikan di perlukan untuk membangun tujuan yang akan di capai oleh kurikulum satuan pendidikan secara keseluruhan. SKL mata pelajaran diperlukan untuk mengembangkan tujuan mata pelajaran terkait.[5]
Anatomi dokumen sebuah kurikulum meliputi: tujuan yang harus di capai, isi materi yang di anggap dapat memenuhi tujuan yang ingin di capai, pedoman dan strategi pengorganisasian materi (pelaksanaan) sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan. Yang terakhir adalah bagaimana mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan hasil pencapaian kegiatan tersebut.[6]
Pada Madrasah Ibtidaiyah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran SKI meliputi: Mengenal, mengidentifikasi, meneladani, dan mengambil ibrah dari sejarah Arab pra- Islam, sejarah Rasulullah SAW, khulafaurrasyidin, serta perjuangan tokoh-tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
Adapun Ruang Lingkup SKI di MI, meliputi:
a)   Sejarah masyarakat Arab pra-Islam, sejarah kelahiran dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.
b)  Dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang meliputi kegigihan dan ketabahannya dalam berdakwah, kepribadian Nabi Muhammad SAW, hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif, peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
c)  Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib, keperwiraan Nabi Muhammad SAW, peristiwa Fathu Makkah, dan peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW.
d)  Peristiwa-peristiwa pada masa khulafaurrasyidin.
e)   Sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.

Standar Kompetensi (SK) Dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran SKI menurut KTSP 2006 di Madrasah Ibtidaiyah yakni;
Kelas III, Semester 1
1. Mengenal sejarah masyarakat Arab pra- Islam
a. Menceritakan kondisi alam, sosial, dan  perekonomian masyarakat Arab pra-Islam.
b. Menjelaskan keadaan adat-istiadat dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam.
c. Menjelaskan masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad SAW 
d. Mengambil ibrah dari sejarah masyarakat Arab pra-Islam

Kelas III, Semester 2
2. Mengenal sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW
a. Menceritakan kejadian luar biasa yang mengiringi lahirnya Nabi Muhammad SAW.
b. Menceritakan sejarah kelahiran dan silsilah Nabi Muhammad SAW.
c. Mengambil ibrah dari kenabian dan kerasulan Muhammad SAW.

Kelas IV, Semester 1
1. Mengenal dakwah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya
1.1 Menjelaskan dakwah Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya.
1.2 Menunjukkan contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat  nya dalam berdakwah.
1.3 Meneladani  ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam berdakwah.
2. Mengenal kepribadian Nabi Muhammad SAW
2.1 Mengidentifikasi  ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW  sebagai rahmat bagi seluruh alam.
2.2 Menunjukkan contoh perilaku yang meneladani kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
2.3 Meneladani  kepribadian Nabi Muhammad SAW  sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Kelas IV, Semester 2
3.    Memahami hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif  dan Habsyah
3.1  Mengidentifikasi sebab-sebab Nabi Muhammad SAW hijrah ke Thaif dan Habsyah.
3.2   Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Thaif dan Habsyah.
3.3   Meneladani  kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah ke Thaif dan Habsyah.
4.   Memahami peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW
4.1  Mendeskripsikan  peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
4.2  Mengambil hikmah dari peristiwa Isra’-Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Kelas V,  Semester 1
1. Mengenal peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib
1.1 Mengidentifikasi sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib.
1.2 Menceritakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke  Yatsrib.
1.3 Mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib.
2. Memahami keperwiraan Nabi Muhammad SAW
2.1 Mendeskripsikan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam mem-bina masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan).
2.2 Meneladani  keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat  Madinah

Kelas V, Semester 2
3. Mengenal peristiwa Fathu Makkah
3.1   Mengidentifikasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah.
3.2   Menceritakan kronologi peristiwa Fathu Makkah.
3.3   Mengambil ibrah dari peristiwa Fathu Makkah.
4. Mengidentifikasi peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW
4.1   Menceritakan peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW.
4.2   Mengambil hikmah dari peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW.

Kelas VI, Semester 1
1.    Mengenal sejarah khalifahAbu Bakar as-Shiddiq
a.    Menjelaskan arti dan tugas khulafaurrasyidin.
b.    Menceritakan silsilah, kepribadian Abu Bakar  as-Shiddiq dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
c.    Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari khalifah Abu Bakar as-Shiddiq.
d.    Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Abu Bakar As Siddiq.
2.  Mengenal sejarah khalifah Umar bin Khattab
a.   Menceritakan silsilah, kepribadian Umar bin Khattab dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
b.   Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari khalifah Umar bin Khattab..
c.   Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Umar bin Khattab.
3.   Mengenal sejarah khalifah Utsman bin Affan
a.   Menceritakan silsilah, kepribadian Utsman bin Affan dan  perjuangannya dalam dakwah Islam.
b.   Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari khalifah Utsman bin Affan.
c.   Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Utsman bin Affan.

Kelas VI, Semester 2
4.  Mengenal sejarah khalifah Ali bin Abi Thalib
a.   Menceritakan silsilah, kepribadian, dan perjuangan khalifah Ali bin Abi Thalib.
b.  Menunjukkan contoh-contoh nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
c.   Meneladani nilai-nilai positif dari kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
5.   Mengenal sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing
a.   Mengidentifikasi tokoh-tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
b.   Menceritakan sejarah perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.
c.   Meneladani perjuangan tokoh agama Islam di daerah masing-masing.

Sedangkan pemetaan KI dan KD pada Kurikulum 2013 yakni:
Kelas III Semester I
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1       Menyadari hikmah menghindari perilaku tercela seperti yang terdapat pada masyarakat Arab pra-Islam.
1.2       Berkomitmen menghindari perilaku tercela seperti yang terjaadi pada aspek perekonomian masyarakat Arab pra-Islam
1.3       Meyakini kebenaran ajaran Islam dan menghindari nilai-nilai negatif adat istiadat dan kepercayaan masyarakat Arab pra Islam.
1.4       Menghayati nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhaammad Saw. Pada masa kanak-kanak
1.5       Mengahayati nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhammad Saw. Pada masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1       Membiasakan perilaku bertanggung jawab sebagai implementasi dari pemahaman tentang keaadaan sosial budaya masyarakat Arab pra-Islam.
2.2       Membiasakan perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman tentang kehidupan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam.
2.3       Memebiasakan perilaku diisiplin sebagai implementasi dari pemahaman tentang agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam dalam kehidupan sehari-hari.
2.4       Membiasakan perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman tentang masa kanak-kanak Nabi Muhammad Saw. Dalam kehidupan sehari-hari.
2.5       Membiasakan perilaku tenggung jawab dan percaya diri sebagai implementasi dari pemahaman tentang masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1       Mengetahui keadaan social budaya masyarakat pra-Islam.
3.2       Mengetahui keadaan perekonomian masyarakat Arab pra-Islam
3.3       Memahami agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam
3.4       Mengetahui masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1       Menceritakan keadaan sosial budaya masyarakat Pra-Islam.
4.2       Menceritakan keadaan perekonomian masyarakat pra-Islam
4.3       Menceritakan agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam
4.4       Menceritakan masa kanak-kanak Nabi Muhammad Saw.
4.5       Menceritakan masa remaja atau masa muda Nabi Muhammad Saw.


Kelas III Semester II
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1       Menghayati nilai-nilai positif dari diri Nabi Muhammad Saw. pada masa dewasa.
1.2       Meyakini Muhammad Saw. adalah utusan Allah SWT.
1.3       Mengahayati peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1       Merefleksikan nilai-nilai positif masa dewasa Nabi Muhammad Saw, dalam kehidupan sehari-hari.
2.2       Merefleksikan nilai-nilai positif dari bukti-bukti kerasulan Nabi Muhmmad Saw. dalam kehidupan sehari-hari
2.3       Merefleksikan nilai-nilai positif dari peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw. dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1       Mengetahui masa dewasa Nabi Muhammad Saw.
3.2       Mengetahui bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad Saw.
3.3       Memahami peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1       Menceritakan masa dewasa Nabi Muhammad Saw.
4.2       Menceritakan bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad Saw.
4.3       Menceritakan peristiwa kerasulan Nabi Muhammad Saw.

Kelas IV Semester I
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1       Meyakini kebenaran dari Allah SWT. Walaupun banyak tantangan yang harus di hadapi sebagai implementasi nilai-nilai dakwah Rasulullah di tahun-tahun awal kenabian.
1.2       Terbiasa santun dalam menyampaikan kebenaran sebagai implementasi nilai dakwah Rasulullah SAW.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1       Bersikap tabah menghadapi cobaan dalam menyampaikan kebenaran sebagai bentuk meneladani ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam berdakwah.
2.2       Menunjukkan kemuliaan akhlak dalam menyampaikan kebenaran sebagai implementasi keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1       Mengetahui contoh-contoh ketabahan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam berdakwah.
3.2       Memahami cirri-ciri kepribadian Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1       Menceritakan ketabahan Nabi Muhammad SAW dan sahabat dalam berdakwah.
4.2       Menceritakan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW dan sahabat dalam berdakwah.

Kelas IV Semester II
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1       Menunaikan kemauan uuntuk selalu berubah menuju kebaikan sebagai bentuk implementasi semangat hijrah para sahabat Rasulullah.
1.2       Terbiasa menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perintah salat lima waktu.
1.3       Melaksanakan salat lima waktu secara tertib sebagai bentuk pengamalan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
1.4       Membiasakan untuk selalu berubah menuju kebaikan sebagai implementasi semangat hijrah Rasulullah ke Yastrib
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1       Menunjukkan kesabaran para sahabat Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah ke Habasah.
2.2       Menunjukkan kesabaran Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hirah ke Thaif
2.3       Menunjukkan hikmah dari peristiwa Isra’Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
2.4       Menunjukkan nilai-nilai positif dari kehidupan masyarakat Yastrib sebelum hijrah yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1       Mengetahui sebab-sebab Nabi Muhammad SAW menganjurkan sahabat hijrah ke Habasah.
3.2       Mengetahui sebab-sebab Nabi Muhammad SAW hijrah ke Thaif
3.3       Mengenal latar belakang Nabi Muhammad SAW di Isra Mi’rajkan Allah SWT
3.4       Memahami keadaasn masyarakat Yastrib sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW
3.5       Mengetahui sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yastrib
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1       Menceritakan peristiwa hijrah Sahabat ke Habasah.
4.2       Menceritakan peristiwa hijrah Sahabat ke Thaif
4.3       Menceritakan kembali peristiwa penting di dalam Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Kelas V Semester I
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1    Menghayati keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan kafir Quraisy.
1.2    Berkomitmen mengamalkan nilai-nilai positif dari sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah
1.3    Mengamalkan upaya yang di lakukan Nabi Muhammad Saw dalam membina masyarakat Madinah (social, ekonomi, agama dan pertahanan)
1.4    Menghayati cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum kafir Quraisy dalam peristiwa Fathu Makkah.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1    Merefleksikan keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan kafir Quraisy dalam kehidupan sehari-hari.
2.2    Menunjukkan nilai-nilai positif dari sebab-sebab terjadinya fathu makkah dalam kehidupan sehari-hari
2.3    Menunjukkan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan) dalam kehidupan sehari-hari.
2.4    Meneladani cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum Quraisy dalam peristiwa Fathu Mekkah.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1    Mengetahui keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan kaum Quraisy
3.2    Mengetahui sebab-sebab terjadinya Fathu mekkah
3.3    Memahami upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama dan pertahanan)
3.4    Memahami cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum Quraisy dalam peristiwa Fathu mekkah.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1    Menceritakan keperwiraan Nabi Muhammad SAW dalam mempertahankan kota Madinah dari serangan kaum Quraisy
4.2    Menceritakan sebab-sebab terjadinya Fathu mekkah
4.3    Menceritakan upaya yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membina masyarakat Madinah (sosial, ekonomi, agama, dan pertahanan)
4.4    Menceritakan cara-cara Rasulullah SAW dalam menghindari pertumpahan darah dengan kaum kafir Quraisy dalam peristiwa Fathu Mekkah.

Kelas V Semester II
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1    Menghayati peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
1.2    Mengamalkan contoh-contoh nilai kesalehan dari Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a
1.3    Mengamalkan contoh nilai-nilai kesalehan dari khalifah Umar bin Khattab r.a
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1    Menunjukkan hikmah dari peristiwa akhir hayat Rasulullah SAW dalam kehidupan.
2.2    Meneladani kepribadian Khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a dalam kehidupan sehari-hari.
2.3    Meneladani kepribadian Khalifah Umar bin Khattab r.a dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1    Mengetahui peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
3.2    Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari khalifah Abu Bakar Al-Shiddiq r.a
3.3    Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari khalifah Umar bin Khattab r.a
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1    Menceritakan peristiwa-peristiwa di akhir hayat Rasulullah SAW
4.2    Menceritakan kepribadian Abu Bakar Al-Shiddiq r.a dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
4.3    Menceritakan kepribadian Umar bin Khattab dan perjuangannya dalam dakwah Islam.

Kelas VI Semester I
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1       Meyakini kebenaran sejarah kekhalifahan khalifah Usman bin Affan
1.2       Mengamalkan nilai-nilai kesalehan dari khalifah Usman bin Affan.
1.3       Meyakini kebenaran sejarah kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
1.4       Mengamalkan nilai-nilai kesalehan dari Khalifah Ali bin Abi Thalib
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1       Membiasakan bersikap positif sebagai implementasi dari pemahaman tentang sejarah kekhalifahan khalifah Usman bin Affan
2.2       Meneladani kepribadian Khalifah Usman bin Affan dalam kehidupan sehari-hari
2.3       Membiasakan bersikap positif sebagai implementasi dari pemahaman tentang sejarah kekhalifahan khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kehidupan sehari-hari
2.4       Meneladani kepribadian Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam kehidupan sehari-hari.
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1       Memahami sejarah kekhalifahan khalifah Usman bin Affan.
3.2       Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari khalifah Usman bin Affan.
3.3       Memahami sejarah kekhalifahan khalifah Ali bin Abi Thalib
3.4       Mengetahui contoh nilai-nilai positif dari khalifah Ali bin Abi Thalib.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1       Mempresentasikan sejarah kekhalifahan Khalifah Usman bin Affan.
4.2       Menceritakan kepribadian Usman bin Affan dan perjuangannya dalam dakwah Islam.
4.3       Mempresentasikan sejarah kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
4.4       Menceritakan kepribadian dan perjuangan khalifah Ali bin Abi Thalib.

Kelas VI Semester II
Kompetensi Inti
Kompetensi Dasar
1.    Menerima, menjalankan dan menghargai agama yang dianutnya.
1.1    Menghayati nilai-nilai perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri.
1.2    Menghayati nilai-nilai perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
1.3    Menghayati nilai-nilai perjuangan Sunan MUria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
2.    Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya
2.1    Meneladani kepribadian Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri dalam kehidupan sehari-hari.
2.2    Meneladani kepribadian Sunan Bonang, Sunan kalijaga dan Sunan Drajat dalam kehidupan sehari-hari.
2.3    Meneladani kepribadian Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati dalam kehidupan sehari-hari
3.    Memahamkan pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang diri-nya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya dan benda-benda yang di jumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
3.1    Mengetahui sejarah perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri.
3.2    Mengetahui sejarah perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
3.3    Mengetahui sejarah perjuangan Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
4.    Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4.1    Menceritakan sejarah perjuangan Sunan Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel dan Sunan Giri.
4.2    Menceritakan sejarah perjuangan Sunan Bonang, Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat.
4.3    Menceritakan sejarah perjuangan Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.

Dari pemaparan perangkat (dokumen) pembelajaran di atas, antara kurikulum KTSP 2006 dengan kurikulum 2013 dari segi materi berisikan pokok-pokok pembelajaran yang sama, hanya saja pada kurikulum 2013 ada beberapa materi yang di padatkan dan beberapa yang lain di longgarkan. Sehingga terjadi beberapa pergeseran materi oleh kurikulum 2013. Perbedaan materi yang mencolok antara KTSP 2006 dan kurikulum 2013 terlihat jelas pada materi kelas VI semester II bab tentang pahlawan, yakni karna KTSP 2006 mengutamakan materi yang sesuai dengan wilayah nya masing-masing sehingga materi pahlawan bisa di kembangkan dan di sesuaikan dengan tokoh pahlawan Islam daerah masing-masing, sedangkan pada materi K13 bab tentang pahlawan Islam langsung terfokus pada sunan-sunan atau dikenal dengan tokoh Walisongo. Dilihat dari tujuan KTSP 2006 memang terlihat bahwa aspek yang di munculkan hanya penguasaan kognitif, sedangkan kurikulum 2013  di tuntut pada penguasaan spiritual, kognitif, afektif, psikomotorik dan sosial.

C.    Kajian Proses Kurikulum Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Istilah Implementasi kurikulum sering di samakan dengan pembelajaran (Instruction). Dalam bahasa lain bahwa sebuah kurikulum yang ada pada ide atau gagasan yang kemudian di tuangkan dalam bentuk rancangan tertulis, kelanjutannya yakni di implementasikan. Jadi dapat di simpulkan bahwa Implementasi (proses) adalah merupakan pelaksanaan kurikulum ide dan kurikulum tertulis.[7]
PP nomor 19 tahun 2005 yang berkaitan dengan standar proses mengisyaratkan bahwa guru diharapkan dapat mengembangkan perencanaan pembelajaran, yang kemudian dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
Pola pembelajaran di SKI MI KTSP 2006 yakni pola pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Para guru di tuntut secara mandiri/berkelompok dalam sebuah madrasah mampu untuk mengenali karakteristik peserta didik, kondisi sekolah/madrasah dan tuntutan lingkungannya kemudian menuangkannya pada setiap pendekatan dan proses  pada tiap-tiap pembelajaran, dan ujung tombak dari pembelajaran tersebut adalah mengarahkan peserta didik agar menjadi pribadi kompetitif dan unggul sesuai dengan tuntutan daerahnya.
Sedangkan pada pola pembelajaran Kurikulum 2013 pola pembelajaran juga berpusat pada peserta didik namun tidak lagi seperti kurikulum KTSP 2006 yang mana menjadikan karakteristik daerah sebagai  dasar pegangan guru dalam mengenali peserta didik nya, namun guru lebih intensif menjadikan berbagai pelajaran sebagai satu kesatuan dan saling terhubung dengan muatan berbagai aspek yakni spiritual, afektif, kognitif, psikomotorik, dan sosial, kemudian dengan pendekatan saintifik menjadikan peserta didik kompetitif pada tiap-tiap bidang.

D.    Kajian Standar Hasil Penilaian Mata Pelajaran SKI Pada Madrasah Ibtidaiyah
Standar Penilaian Pendidikan (SPP) sebagaimana tertuang pada Permendiknas No. 20 Tahun 2007  merupakan penjabaran dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pokok-pokok isi yang termuat pada SPP menjadi acuan bagi guru, sekolah, dan pemerintah dalam melaksanakan penilaian hasil belajar.
Peraturan pemerintah yang menjelaskan tentang evaluasi hasil berlajar merupakan dasar dari penilaian hasil belajar. Artinya Evaluasi pembelajaran berdasarkan sasarannya dapat dicermati melalui evaluasi terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil belajar. Evaluasi terhadap hasil belajar sering disebut sebagai penilaian hasil belajar. Hal tersebut sesuai dengan Permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Kaidah tersebut mencakupi beberapa pengertian dasar penilaian, prinsip dasar penilaian, teknik, instrumen, prosedur, dan mekanisme penilaian, serta perbedaan kewenangan penilaian hasil belajar oleh pendidik, sekolah, dan pemerintah.
Selain kaidah umum penilaian pendidikan, terdapat kaidah khusus yang dapat dijadikan dasar pelaksanaan penilaian selama proses pembelajaran di kelas oleh pendidik. Proses penilaian di dalam kelas yang dilakukan oleh pendidik dikenal dengan istilah  penilaian kelas. Pusat Kurikulum (Saat ini menjadi Pusat Kurikulum dan Perbukuan) Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional mengatur pelaksanaan penilaian kelas untuk berbagai tingkatan pendidikan. Pedoman penilaian kelas tersebut mencakupi aturan tentang (1) konsep dasar penilaian, (2) teknik penilaian, (3) langkah-langkah pelaksanaan penilaian, (4) pengolahan hasil penilaian, dan (5) pengolahan dan pelaporan hasil penilaian. Adapun model penelilain yang terdapat dalam kurikulum 2013 dapat berupa penilaian berbasis tes dan non tes (porfolio), menilai proses dan output dengan menggunakan authentic assesment, rapor memuat penilaian kuantitatif tentang pengetahuan dan deskripsi kualitatif tentang sikap dan keterampilan kecukupan.[8]
Dalam peraturan Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan disebutkan bahwa “Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Setiap skill, knowlidge dan attitude peserta didik harus dinilai dengan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan sesuai dengan jenis evaluais yang digunakan. Selanjutnya pada bagian ke-2, disebutkan pula bahwa “Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian menjadi penentu tingkat keberhasilan siswa dalam sistem pembelajaran. Diantara jenis-jenis penilaian sebagaimana disebutkan dalam Permen No. 20 tahun 2007 adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah (UAS), dan ujian Nasional (UAN).
Sebagaimana dijelaskan dalam lapiran Permendikbud bab I bahwa salah satu fungsi dirumuskan standar nasional pendidikan adalah sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Adapun fungsinya adalah untuk menjamin  perencanaan penilaian peserta didik, penilaiaian disusun profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan dilaporkan secara objektif, akuntabel, serta informatif.
Sebagaimana diketahui bahwa diantara elemen perubahan dalam kurikulum KTSP adalah standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar isi dan standar penilian. Tentu saja standar penilaian dalam kurikulum 2013 mempengaruhi standar penilaian kurikulum KTSP. Standar Penilaian Pendidikan kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang standar penilaian pendidikan yakni kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup: penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah.
Jika pada kurikulum KTSP, penilaian lebih ditekankan pada aspek kognitif yang menjadikan tes sebagai cara penilai yang dominan, maka kurikulum 2013 menekankan aspek spiritual, kognitif, afektif, psikomotorik, sosial secara proporsional yang sistem penilaiannya berdasarkan test dan portofolio yang saling melengkapi.
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip yang berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya dengan jalan pengembangan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
Sedangkan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum 2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.














DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Agama RI, Buku Guru Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas III, Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014.
Kementerian Agama RI, Buku Guru Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas IV, Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Kementerian Agama RI, Buku Guru Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas V, Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Kementerian Agama RI, Buku Guru Sejarah Kebudayaan Islam Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas VI, Jakarta: Kementerian Republik Indonesia, 2014
Republik Indonesia, Undang-undang RI No 20 pasal 3 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Republik Indonesia, 2003
S. Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Syaifuddin Sabda,  Model Pengembangan Kurikulum Terintregasi Sainstek Dengan Imtaq; Sebuah Model Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran Sainstek di Sekolah/Madrasah. Banjarmasin: Antasari Press, 2009.
Wina Sanjaya, Kurikulum Pembelajaran, Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.



[1] Wina Sanjaya, Kurikulum Pembelajaran, Teori dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, cet, 3, 2010), h. 35.
[2] Republik Indonesia, Undang-undang RI No 20 pasal 3 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: Republik Indonesia, 2003)
[3]  https://qistiya.wordpress.com/2014/03/11/telaah-kurikulum-madrasah-ibtidaiyah/
[4]  http://wwwanahuul.blogspot.co.id/2014/01/telaah-kur-pai-mi.html
[5]  S. Hamid Hasan, Evaluasi Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009),  h.123
[6] Syaifuddin Sabda, Model Pengembangan Kurikulum Terintregasi Sainstek Dengan Imtaq; Sebuah Model Pengembangan Kurikulum Mata Pelajaran Sainstek di Sekolah/Madrasah. (Banjarmasin: Antasari Press, 2009), h.23-24
[7]  Ibid,  h.25
[8] https://qistiya.wordpress.com/2014/03/11/telaah-kurikulum-madrasah-ibtidaiyah/