Pink Rose Flower

Jumat, 23 Desember 2016

METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN - Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian







      TUGAS TERSTRUKTUR                                     DOSEN PENGASUH
Metodologi Penelitian Pendidikan                          Prof. Dr. Hj. Juairiah M.Pd
                                                                                     Dr. Ridha Fadillah, M. Ed


LATAR BELAKANG MASALAH, RUMUSAN MASALAH
DAN TUJUAN PENELITIAN










Oleh :




SRI WAHYUNITA   :   1502521475





INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PROGRAM PASCASARJANA
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
BANJARMASIN
TAHUN 2015




BAB  I
PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk yang memiliki sifat rasa ingin tau. Sifat ini akan mendorong manusia secara naluriah untuk mencari tau apa yang belum diketahui. Ketidak tahuan manusia akan menimbulkan berbagai pertanyaan dan  mendorong manusia mencari jawaban dan pemecahan. Manusia akan melakukan berbagai pendekatan untuk menemukan pemecahan atas masalahnya.
Awalnya jawaban hanya berkutat pada spekulasi atau beberapa dugaan sementara. Sejalan dengan meningkatnya taraf berfikir manusia, dia akan berusaha mencari jawaban atas masalah disertai dengan pembuktian. Cara inilah yang dikenal sebagai metode ilmiah atau penelitian.
Penelitian dapat diartikan sebagai upaya atau kegiatan yang bertujuan mencari jawaban sebenar-benarnya terhadap suatu kenyataan atau realita yang dipikirkan atau dipermasalahkan dan memperoleh pengetahuan ilmiah tertentu yang berguna, baik bagi aspek keilmuan maupun aspek kegunaan. Dengan menggunakan metode-metode tertentu menurut prosedur yang sistematis.
Prosedur yang sistematis yaitu langkah-langkah metode ilmiah. Diantara metode ilmiah tersebut yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian. berikut akan dijelaskan pada bab berikutnya beserta contoh-contohnya.











BAB II
PEMBAHASAN

A.      Latar Belakang Dan Contohnya
Masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan kejadian atau kenyataan dan harus diselesaikan. Masalah timbul karena adanya tantangan, kesangsian ataupun kebingungan terhadap suatu hal atau fenomena, kemenduaan arti (ambiguity), halangan atau rintangan baik antarkegiatan atau antarfenomena. Tidak semua masalah yang dihadapi manusia merupakan masalah penelitian. Masalah penelitian adalah masalah yang menjadi objek suatu penelitian.[1]
Sebuah masalah selalu mempunyai latar belakang. Konteks yang menjadi latar belakang masalah harus diinformasikan agar orang lain mempunyai pemahaman mengapa sesuatu menjadi masalah.  Untuk itu, ketika seorang peneliti memutuskan sebuah masalah, ia harus menjelaskan alasan sesuatu itu menjadi masalah dalam konteks latar belakang. [2]
Latar belakang masalah didalamnya menguraikan adanya kesenjangan antara kondisi nyata (actual condition) dan kondisi yang diharapkan (expected condition)  serta implikasinya terhadap beberapa aspek yang terkait dengan kondisi tersebut, sehingga perlu dikaji dan diatasi melalui kegiatan penelitian.[3]
Latar belakang masalah harus memberikan ilustrasi tentang kedudukan masalah yang akan diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih luas. Dalam latar belakang masalah ini mesti tergambar dengan jelas kedudukan dan hubungan antara masalah yang diteliti dengan masalah-masalah yang lainnya dalam bidang yang sama. Hal itu bukan hanya akan memperjelas kedudukan masalah tetapi juga akan menunjukkan urgensinya. Dengan demikian akan terlihat bahwa perlunya penelitian tentang masalah tersebut bukan sesuatu yang dicari-cari tetapi betul-betul bertolak dari kenyataan.[4]
Pada latar belakang masalah perlu dikemukakan dan dijelaskan hal-hal berikut.
1.         Pernyataan tentang adanya masalah yang menjadi fokus kajian peneliti.
2.         Fenomena yang menunjukkan adanya masalah terhadap tema yang menjadi fokus kajian peneliti.
3.         Dukungan data empiris berupa gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan masalah penelitian.
4.         Pentingnya masalah untuk dipecahkan (kerugian yang mungkin timbul seandainya masalah tersebut tidak dipecahkan dan keuntungan yang akan diperoleh seandainya masalah tersebut di pecahkan).
5.         Kompleksitas Masalah, yang menunjukkan bahwa masalah tersebut memberikan jawaban lebih dari satu alternatif.
6.         Aktualitas masalah penelitian, berupa penjelasan singkat tentang kedudukan atau posisi masalah penelitian dalam konteks kekinian.
7.         Relevansi masalah penelitian dengan bidang keilmuan.
8.         Pendekatan pemecahan masalah (teori dan metode).[5]

Contoh:
Salah satu masalah yang menarik untuk dikaji berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance) adalah mengenai kinerja pelayanan organisasi pemerintah[1.Pernyataan tentang adanya masalah yang menjadi fokus kajian peneliti, Kinerja organisasi menunjukkan masalah yang ingin dipecahkan oleh peneliti]. Salah satu organisasi  pemerintah yang dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik kepada warganya adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota X.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah perusahaan milik Pemerintah Daerah Kota X yang melayani penyediaan air bersih kepada warganya, yang dirasakan sebagai kebutuhan yang sangat mendasar bagi masyarakat. Hal ini kemudian membuat posisi PDAM sangat peka terhadap perlakuan pelanggan, sehingga pihak perusahaan dituntut untuk mempunyai kemampuan yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (service yang prima), agar mendapatkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan.
Menurut Supranto (1997), harapan pelanggan dapat dibentuk oleh pengalaman masa lampau, komentar kerabatnya, serta janji dan informasi pemasaran dari perusahaan. Pada saat ini[2.Aktualitas masalah penelitian], umumnya pelanggan PDAM Kota X masih banyak yang mengeluh dan komplain, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media massa dan elektronik, saat sistem layanan dan kinerja (performance) berupa kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air yang dinikmati pelanggan masih jauh dari yang diharapkan[3.Fenomena yang terjadi yang menunjukkan adanya masalah]
Secara kualitas, seiring dengan tingkat pemahaman masyarakat tentang pelestarian lingkungan yang masih rendah, produksi air yang dikelola PDAM mengalami penurunan kualitas, diantaranya air kadang menjadi tidak jernih, berwarna cokelat dan berpasir. Sekalipun demikian, menurut Direktur Utama PDAM Kota X, penurunan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman.
Secara kuantitas, debit air mengalami penurunan. Jika debit sebelumnya 2.500 liter per detik, sekarang menurun menjadi 2.300 liter per detik. Angka ini berdasarkan penghitungan dari ketiga sumber air baku yang digunakan PDAM untuk melayani pelanggan. Hingga 23 maret 2006, debit air ini mengalami penurunan lagi  menjadi hanya sekitar 2.200 liter per detik saja.
Secara kontinuitas, keterbatasan sumber air dengan kapasitas 2.200 liter per detik menyebabkan PDAM belum optimal, sehingga pelayanan kepada pelanggan belum bisa dilakukan selama 24 jam atau tidak semua pelanggan dapat terlayani dengan baik, karena pasokan air di sejumlah daerah masih dilakukan secara bergilir.
Kondisi di atas, diakui oleh Direktur Utama PDAM Kota X, bahwa tingkat penyaluran air baru mencapai 53% dari target penyediaan air bersih kepada masyarakat. Oleh karena itu, banyak pelanggan yang mengeluh. Setiap bulan, PDAM menerima sekitar 1.000-2.000 pengaduan dari masyarakat yang mengaku tidak mendapatkan air secara memadai.
Ketua DPRD Kota X juga menilai PDAM belum memberi pelayanan yang maksimal kepada pelanggannya. PDAM mestinya lebih mengutamakan pelayanan sebelum mengejar profit, mengingat PDAM juga mengemban fungsi sosial. Menurutnya, “Jangan berpikir memberi kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebelum pelayanannya memuaskan pelanggan”.
Uraian di atas menunjukkan bahwa kinerja pelayanan, khususnya penyaluran air bersih yang diberikan PDAM Kota X belum sepenuhnya memberikan kepuasan kepada pelanggan, karena masih ada pelayanan yang tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Hal ini sesuai dengan data yang diperoleh penulis dari Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota X, yang menginventarisasi adanya berbagai bentuk keluhan ataupun pengaduan dari masyarakat seperti terlihat pada tabel 1.1 dan 1.2 berikut[4.Data Empiris yang mendukung adanya fenomena yang menunjukkan terjadinya masalah].
Tabel 1.1
Jumlah Pengaduan Pelanggan PDAM Kota X (2003-2005)
Uraian
2003
2004
2005
Jumlah Pengaduan/keluhan
9.878
9.687
14.232
Sumber: Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota X, 2006

Tabel 1.2
Jumlah Pengaduan Pelanggan PDAM Kota X Tahun 2005
No
Bulan
Jumlah Pengaduan
Jenis keluhan
Perbedaan Angka
Meteran
Meteran
Rusak
Tidak
Ada
Air
Bocoran
1
Januari
830
509
157
252
131
2
Februari
890
513
204
262
124
3
Maret
1380
529
158
295
135
4
April
974
578
172
234
131
5
Mei
993
532
153
206
192
6
Juni
994
516
175
304
122
7
Juli
1565
508
157
278
132
8
Agustus
1094
691
142
260
130
9
September
1359
604
243
292
135
10
Oktober
1482
576
146
279
124
11
November
1226
513
242
366
229
12
Desember
1445
667
255
452
227
Jumlah
14232
6736
2204
3480
1812
Sumber: Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota X, 2006

Dari Pengaduan Pelanggan seperti terlihat pada tabel 1.2, tampak bahwa 47% berkaitan dengan ketidakpuasan pelanggan atas perbedaan angka meteran, 15,49% meteran rusak, 24,45% tidak  ada air, dan 12,73% mengadu tentang adanya bocoran air bersih.
Keluhan-keluhan tersebut juga sering diekspos media massa, baik cetak maupun elektronik karena dianggap kurang mendapat tanggapan dan tindak lanjut dari pihak terkait. Misalnya keluhan terhadap PDAM Kota X yang dimuat pada Surat Pembaca Pikiran Rakyat, 27 Maret 2006.
Pentingnya pengelolaan kinerja organisasi pemerintah, dalam hal ini PDAM Kota X, secara efektif tidak terlepas dari kedudukan dan fungsinya sebagai pengelola public goods yang melayani penyediaan air bersih kepada warganya, sebagai kebutuhan yang sangat mendasar dan penting bagi masyarakat. Pentingnya peranan air bersih dalam aktivitas hidup dan kehidupan manusia, terlihat dari fungsi dan peranan air bersih yang tidak sekadar memenuhi kebutuhan fisik manusia, tetapi berfungsi sebagai kebutuhan vital dalam menggerakkan berbagai aktivitas perekonomian, seperti perhotelan, rumah sakit, industri, hiburan, perkantoran, dan sebagainya[5.Pentingnya masalah untuk dipecahkan].
Khususnya di wilayah perkotaan termasuk di berbagai kawasan industri, nilai air bersih tidak lagi sebagai barang bebas yang dapat diperoleh kapan dan di mana saja, tetapi menjadi komoditas ekonomi (economics goods). Untuk memperoleh sejumlah air bersih guna memnuhi kebutuhannya, orang harus bersedia melakukan pengorbanan tertentu sebab air bersih sudah menjadi komoditas ekonomi yang memiliki nilai jual relatif tinggi (traded able) sebagai consumers goods.
Kondisi ini memberikan peluang kepada ilmu administrasi publik untuk melakukan studi mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pelayanan. Nicholas Henry (2004) menyebutkan bahwa administrasi publik (public administration) adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara, yaitu lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal-hal yang berkaitan dengan publik, yaitu kebijakan publik, tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara untuk kepentingan publik (public interest) dan urusan publik (publik affair). Dengan demikian, kinerja pelayanan merupakan salah satu aspek kajian penting dalam ilmu administrasi[6.Relevansi masalah penelitian dengan bidang keilmuan].
Banyak faktor yang menyebabkan belum optimalnya kepuasan yang diterima oleh masyarakat berkaitan dengan kinerja pelayanan yang diberikan oleh PDAM Kota X, mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana kerja, lingkungan kerja organisasi sampai pada pengelolaan manajemen organisasi[7.Kompleksitas masalah yang menunjukkan bahwa masalah tersebut jawabannya lebih dari satu alternatif].
Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan karena PDAM Kota X, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), merupakan unit kerja publik pemerintah dan bertanggung jawab memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sebagai pelanggannya. Oleh karena itu, perlu dicari jalan keluarnya, salah satunya adalah dengan meningkatkan pengawasan dari Kepala Bagian Distribusi, baik pengawasan langsung maupun tidak langsung, terhadap kinerja bawahan, khususnya pegawai yang memberikan pelayanan langsung kepada pelanggan.
Berkaitan dengan pentingnya pengawasan dalam usaha mencapai tujuan organisasi, Situmorang dan Juhir (1994:22) menyebutkan bahwa kegiatan pengawasan penting dalam rangka: mengetahui jalannya pekerjaan, apakah lancar atau tidak; memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengadakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru; mengetahui apakah penggunaan budget yang telah ditetapkan dalam rencana terarah pada sasarannya dan sesuai dengan yang telah direncanakan; mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program (fase tingkat pelaksanaan) seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak; serta mengetahui hasil pekerjaan dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam planning, yaitu standar.
Oleh karena itu, dalam upaya memahami dan memecahkan masalah fenomena belum optimalnya kinerja pegawai pada Bagian Distribusi PDAM Kota X dan hubungannya dengan masalah pengawasan, diperlukan pendekatan tertentu untuk memecahkan masalah tersebut. Berdasarkan permasalahan yang dikaji, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perilaku organisasi[8.Pendekatan pemecahan masalah (teori dan metode)].
Dalam konteks penelitian ini, pengawasan mewakili situasi yang menyediakan stimulis yang dapat diamati, dihayati, dan dialami oleh organisme atau individu, melahirkan persepsi atau interprestasi terhadap stimuli yang pada akhirnya akan melahirkan perilaku tertentu. Selanjutnya, perilaku yang ditampilkan individu akan menimbulkan perubahan dilingkungannya berupa hasil perilaku. Dengan demikian, berdasarkan model teori perilaku organisasi ini, pengawasan dari pimpinan dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku dan atau hasil perilaku pegawai dalam bekerja.
Mengacu pada keseluruhan paparan di atas, dan dalam upaya memahami dan memecahkan masalah belum optimalnya kinerja pegawai pada Bagian Distribusi PDAM Kota X, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai. Inilah yang menarik penulis untuk mengadakan penelitian, dan selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk tesis dengan judul: Pengaruh Pengawasan Kepala Bagian terhadap Kinerja Pegawai Bidang Pelayanan Air Bersih pada Bagian Distribusi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota X.



B.       Rumusan Masalah Dan Contohnya
Setelah menentukan latar belakang masalah, langkah selanjutnya adalah menentukan rumusan masalah. Rumusan masalah dapat dikemukakan dalam bentuk pernyataan ataupun pertanyaan penelitian. Pernyataan penelitian digunakan untuk mendeskripsikan dan menegaskan rumusan umum dari penelitian yang dimaksud, sedangkan pertanyaan penelitian digunakan untuk memerinci aspek-aspek yang terkandung dalam rumusan umum tersebut.[6]
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rumusan masalah yang baik adalah:
1.         Rumusan masalah harus bersifat  feasible, yaitu rumusan masalah yang paling mungkin untuk dilaksanakan atau dapat dilaksanakan;
2.         Rumusan masalah harus bersifat  clear, yaitu jelas, sehingga setiap orang akan paham maksud dari rumusan masalah yang sudah disusun;
3.         Rumusan masalah harus bersifat significant, yaitu berarti, baik bagi kepentingan pribadi peneliti maupun bagi pengembangan keilmuan secara praktis dan teoritis;
4.         Rumusan masalah harus bersifat ethical, yaitu memenuhi unsur kelayakan atau kepantasan, yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku atau tidak merugikan manusia atau lingkungan.[7]

Contoh:
Masalah yang dipecahkan dalam penelitian ini, dirumuskan dalam pernyataan masalah (problem statement) sebagai berikut “Pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Bagian Distribusi PDAM Kota X, baik secara langsung maupun tidak langsung, belum dilaksanakan secara optimal, dan hal ini menyebabkan kinerja pegawai dalam bidang pelayanan air bersih masih relatif rendah. Kondisi semacam ini harus segera ditanggulangi. Apabila tidak, citra masyarakat terhadap kinerja pelayanan organisasi (PDAM) Kota X secara keseluruhan tidak baik”.
Berdasarkan pernyataan masalah (problem statement) di atas, masalah dalam penelitian ini secara spesifik dirumuskan dalam pertanyaan penelitian (research question) sebagai berikut:
1.        Bagaimana gambaran pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Bagian Distribusi PDAM Kota X.
2.        Bagaimana gambaran kinerja pelayanan oleh pegawai Bagian  Distribusi PDAM Kota X.
3.        Adakah pengaruh pengawasan Kepala Bagian dengan kinerja pelayanan pegawai Bagian Distribusi PDAM Kota X.

C.      Tujuan Masalah Dan Contohnya
Tujuan penelitian  adalah  rumusan kalimat yang menunjukkan adanya sesuatu hal yang diperoleh setelah penelitian selesai. Dapat di ilustrasikan bahwa apa yang ingin dicapai dalam tujuan penelitian, sama dengan jawaban yang dikehendaki dalam problematik penelitian. Yang berbeda adalah rumusannya.
Tujuan penelitian terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat apa yang ingin dicapai yang dinyatakan dalam suatu kalimat. Sementara tujuan khusus merupakan perincian tujuan umum yang lebih spesifik dan dirumuskan dalam beberapa butir pertanyaan yang mengacu kepada rumusan masalah.[8]

Contoh:
Tujuan umum dari penelitian ini adalah memperoleh pengetahuan dan melakukan kajian secara ilmiah tentang pelaksanaan pengawasan Kepala Bagian Distribusi terhadap Kinerja pegawai dalam melayani kebutuhan air bersih kepada pelanggan PDAM Kota X. Analisis tersebut diperlukan: Untuk mengetahui pengaruh pengawasan langsung dan tidak langsung yang dilakukan oleh Kepala Bagian Distribusi terhadap kinerja pegawai yang melayani kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Kota X.
Secara Khusus, tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.        Mengetahui gambaran pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Bagian Distribusi PDAM Kota X.
2.        Mengetahui pengawasan yang dilakukan oleh Kepala Bagian Distribusi dan gambaran kinerja pelayanan oleh pegawai Bagian Distribusi PDAM Kota X.
3.        Mengetahui pengaruh pengawasan Kepala Bagian dengan kinerja pelayanan pegawai Bagian Distribusi PDAM Kota X.























BAB III
PENUTUP
A.       KESIMPULAN
Masalah adalah celah kosong yang menjadi wilayah ketidaktahuan manusia. Penelitian dilakukan untuk mengisi kekosongan dan mengubah ketidaktahuan manusia menjadi pengetahuan.
Dalam penyusunan penelitian ilmiah, latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian adalah bagian utama dalam karya ilmiah yang sangat penting kedudukannya. Sebab disitu akan dipaparkan masalah-masalah yang akan menjadi landasan untuk pengambilan langkah berikutnya. Rumusan yang telah disusun secara apik akan mengarahkan semua kegiatan dalam penelitian.
 Latar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian saling berkaitan satu sama lain. Urutannya harus sistematis, dan masing-masing memiliki prosedur yang harus diperhatikan dalam pengolahannya.

















DAFTAR PUSTAKA

Mahmud, Metode Penelitian pendidikan, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011.
Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, Panduan Praktis Memahami Penelitian, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011
Purwanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008
Ine I Amirman Yousda dan Zainal Arifin, Penelitian dan Statistik Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 1993


[1] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011), h.110
[2] Purwanto, Metode Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), ct. Ke-1, h. 113
[3] Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, Paduan Praktis Memahami Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011), h. 22
[4] Ine I Amirman Yousda dan Zainal Arifin, Penelitian Dan Statistik Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), h. 29
[5] Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, op. Cit., h. 23
[6] Mahmud, loc. cit, h. 119
[7] Maman Abdurrahman dan Sambas Ali Muhidin, op. cit., h. 32
[8] Ibid, h. 34

5 komentar:

SYARIFAH SOFIA mengatakan...

sangat bermanfaat untuk yang cari rujukan

anak pagi staidarussalam mengatakan...

nice post.... info yg bermanfaat ... sukses

Unknown mengatakan...

Makasih bunda syarifah sofia...

Unknown mengatakan...

Thankss Ahmad Faisal... Di tunggu bimbingan nya...

Unknown mengatakan...

Thankss Ahmad Faisal... Di tunggu bimbingan nya...